Tentang Noke #26
Malam ini,
mama pulang dan menceritakan sebuah kabar yang membuat saya terkejut. Kabar
duka. Walaupun yang diceritakan belum meninggal.
Beliau yang mama ceritakan itu seorang pendeta.
Pendeta pensiunan. Salah seorang pendeta yang jahat pada papa. Beliau salah
satu manusia yang memimpin pemberontakkan di GPIB Petra Bogor. Beliau yang
memprakarsai untuk "memalang" kamar kerjanya papa, 4 tahun lalu,
berikut dengan spanduk-spanduk berisikan makian dan hinaan pada papa. Beliau
adalah mantan KMJ Petra. Orang yang cukup fokal meneriakkan papa di medsos
bahwa papa pedofil, amoral. Hal-hal menyakitkan lainnya. Beliau juga
orang yang sama, yang ketika pulang dari amerika dan tidak ada banyak
pelayanan, beliau datang dan minta tolong pada papa untuk dijadwalkan di PETRA.
Papa menyanggupinya tanpa ada prasangka buruk. Karena papa menghargainya
sebagai pendeta senior dan sejawat. Kapan sih papa ndak luluh kalo ada
yang datang minta tolong.
Dan ketika
papa meninggal, beliau masih punya cukup muka untuk hadir bahkan duduk di
dereta pendeta ditempat majelis. Seharusnya saya bisa mengusirnya saat itu.
Sudah keterlaluan apa yang beliau buat untuk papa. Tapi amor menahan saya. Amor mengingatkan saya, bahwa papa sudah
mengampuni dia.
LO punya
bukti kalo dia ngatain bokap lo? Ada, sampai
hari ini, Screencapture mereka tidak bisa saya hapus. Bukankah sudah saya
bilang saya sangat pendendam? Ada beberapa orang dari mereka yang secara intens
memaki papa di Fbnya GPIB. Dan kita sudah pernah melaporkan ini ke polisi,
sayangnya... Papa meminta kita untuk mencabutnya, karena bukan begitu yang papa
inginkan. Papa mau menghukum mereka, namun jangan sampai Yesus dipermalukan
didepan umum. Hingga akhirnya laporan itu dimentahkan, dan sampai hari
ini screencapture itu masih tersimpan rapi didalam file saya.
Lalu, tadi
mama cerita, bahwa beliau sedang sakit yang
serius di RS HERMINA. Menurut jemaat yang sudah berkunjung, dia didiagnosis
PARKINSON. PARKINSON pada umur serenta itu? Bukankah itu sangat
mengkhawatirnya. Kami terdiam mendengar cerita mama.
Amor bangkit
dari sofa dan menuju gucinya papa "Tuhan
Yesus lagi berperkara,pa. Bahkan setelah papa pergi, dan kita tidak lagi
mengingat mereka. Yesus sedang berperkara dengan dia,pa."
Saya dan
eset hanya diam saja. PARKINSON bukan penyakit biasa. Kekurangan dopamine pada Substansia nigra. Substansia nigra adalah
suatu bagian dari otak bagian tengah yang tugasnya sebagian besar untuk
mengatur dan mengendalikan otot-otot pada tubuh. Belum ditemukan obat pasti
yang menyembuhkan PARKINSON. Namun ada obat untuk memperlambat progresifitas
penyakitnya. PARKINSON biasa ditemukan pada orang yang memeliki genetik pembawa
dan beberapa penelitian mengatakan pada lingkungan. Gejala awal yang sering
ditemukan tremor pada tangan dalam keadaan istirahat dan kaku pada otot.
Biasanya ini mengenai orang pada usia 50 tahun keatas.
Saya tidak
menanggapi apapun. Saya hanya diam. Jauh
didalam hati saya, saya kasihan. Kasihan, karena saya tau bahwa menangani
pasien dengan diagnosis parkinson bukan pekerejaan yang mudah. Pengobatannyapun
harus rutin dan teratur. Sedangkan yang saya tau, anak-anaknya kesulitan dalam
masalah keuangan. Saya tidak tau pasti bahwa PARKINSON sudah bisa rutin
menggunakan BPJS atau belum. Semoga saja bisa.
Malam telah
larut, saat saya duduk diruang TV sendiri. Saya menatap guci papa. Kenapa papa tidak menghentikan Yesus,pa? Kenapa papa
tidak bilang Yesus mengampuni dia,pa? Bukankah papa bisa membujuk Yesus,pa?
Bukankah papa mengampuninya? Pa, sakit itu sangat serius. Bukankah papa yang
bilang pada saya, bahwa keluarga mereka susah? Pa, bilang pada Yesus untuk
mengampuni mereka.
Saya
merenung dan menangis didepan TV. Saya memang pernah mengutuknya, membencinya,
mengharapkan hal buruk terjadi padanya, namun
ketika hal itu untuknya, saya bahkan tidak sampai hati untuk menertawakannya.
Anggaplah
ini bukan bentuk dari cara YESUS berperkara
untuk beliau. Anggaplah sakit ini memang hal yang alami terjadi, mengingat
faktor resiko beliau, atau tidak sengaja ditemukan pada tubuh dan otak beliau. Rasanya
terlalu jahat bila menyebutkan YESUS
membalaskan kejahatannya.
Saya masih
duduk di depan TV. Didalam ketenangan malam,
saya berdoa untuk YESUS..
Saya mungkin tidak pandai memaafkan orang. Saya tidak
juga suka mengampuni. Saat itu, saya sangat ingin membalas beliau atas apa yang
beliau buat untuk PAPA. Bahkan ketika papa meninggalpun, saya merutuki hadirnya
di ibadah penghiburan. Karna saya tidak ingin dia ada disitu, untuk
menertawakan kita. Bahwa akhirnya NOKE dipanggil oleh YESUS. Namun, mendengar
sakitnya beliau dari mama, sesuatu dalam hati saya terenyuh,Yesus. Saya tidak
meminta banyak hal, saya ingin Yesus memaafkannya. Mengampuninya. Melewatkan
berbagai sakit penyakit darinya. Saya tidak akan lagi mengingat kesalahan dan
kejahatannya untuk papa. Semua sudah berlalu. Saya tidak akan mengungkit lagi.
Tidak, Yesus. Tapi bila saya boleh meminta, jangan ambil dia dari sisi
anak-anaknya. Saya tau rasanya kehilangan AYAH. Saya mengerti sakitnya
kehilangan NOKE. Dan bila saya boleh meminta, jauhkanlah mereka dari semua hal
itu. Sembuhkanlah beliau, Yesus. Kuatkanlah beliau dan keluarganya untuk
menerima berita itu. Selalu ada bersamanya Yesus. Ampuni dia, Yesus. Sebab dia
tidak tau apa yang dia perbuat.
Saya tau,
saya terlalu banyak meminta padaMU akhir-akhir ini. Seolah saya tidak tau bahwa ada banyak yang harus KAU kerjakan
disemesta ini. Maaf, YESUS... Saya begitu banyak merepotkan. Maaf YESUS.
Malam ini, saya tidak akan lagi menuntut ENGKAU
membalas semua orang yang menyakiti papa. Tidak akan. Saya memutuskan untuk
berdamai dengan kebencian saya. Saya tidak mau lagi mendengar kabar seperti ini
tentang salah satu dari mereka. Semoga YESUS mengampuni mereka atas perbuatan
dan tutur kata mereka yang menyebabkan orang lain menderita.
Yesus, bila saya sudah berdamai dengan kebencian saya
terhadap mereka. Bisakah KAU meloloskan mereka dari amarahmu? Bisakah kamu
mengabaikan doa2 saya yang naik atas nama mereka? Bisakah kau melupakan luapan
airmata saya yang saya teriakkan padaMU karena pembalasanmu belum juga saya
liat? Bisakah KAU tidak memperhitungkan teriakkan bias amarah saya, dan
tangisan sakit saya untuk mereka? Lewatkanlah amarahMU atas mereka.
Sampe jua, Tuhan YESUS. Cukup jua. Saya tidak meminta
lain, selain pengampunanmu. Saya tidak mengharapkan hal buruk terjadi atas
orang lain. Tidak ada, Tuhan Yesus. Bahkan disaat mereka menghujat dan menghina
papa, saya hanya berteriak untukMU. Saya melepas kesal, benci, marah, kecewa,
hanya untukMU. Saya meminta engkau, mengajarkan saya caranya berdamai dengan
mereka. Ketika akhirnya saya melupakan mereka, saya mendamaikan hati saya untuk
mengampuni mereka. Saya melihat caramu berperkara dengan mereka.
Tuhan
semesta alam, melindungi dan menanguni hidupmu dan keluargamu. Saya mengampunimu. Saya melupakanmu. Saya
memaafkanmu.
Siapakah kamu sehingga kamu memiliki hak untuk
menyimpan dendam atau membenci orang lain?
Sedangkan DIA, YANG MAHA KUASA, YANG MEMILIKI HIDUP,
DIA tetap menerbitkan matahari bagi orang jahat maupun orang baik.
Bila HIDUPMU, tidak menjadi manfaat bagi sesama,
setidaknya jangan menambah alasan mengapa kamu tidak layak diampuni.
Hal sesederhana, KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA, seperti
dirimu sendiri. Hal seserhana ini, namun begitu sulit dipraktekkan.
Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam
saja. Barang siapa percaya DIA, tidak akan dipermalukan.
Have a good
weekend.
Benyada
Remals "dyzcabz"
Sesungguhnya saya sangat ingin tahu nama nama mereka yang begitu jahat sama papa kamu tapi apakah kamu mau bilang? Kenapa saya ingin tahu ? Karena saya penasaran (siapa tahu saya kenal) dan heran juga kok ada pdt yang jahat banget. Apalagi sampe menulis di fb fitnahan yang keji dimana semua orang bisa baca. Jahat banget. Lagian ngapain juga mantan pdt di Petra (orang luar) berbuat jahat sama papa kamu, apa urusannya?? Tapi Tuhan itu maha adil maha kuasa. Penghukuman itu hak prerogative Nya. Jadi kalo orang itu sekarang menderita artinya menurut Tuhan dia memang layak diperlakukan demikian. Saya tidak mensyukuri (karena saya juga ikut sakit hati papa kamu diperlakukan demikian) tapi saya tau setiap orang harus bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Kalau kamu sebagai anaknya sudah bisa mengampuni memaafkan bahkan melupakan perbuatan mereka.. itu hebat sebab melakukan hal itu sesuatu yang sangat sulit. Yang penting kita tidak boleh gembira dengan penderitaan mereka.
BalasHapus