Tentang Noke #27 (*sinsi's side)

Ini tentang aku yang tiba-tiba saja merindukanmu.
Tentang aku yang menginginkanmu ada disini.

Crybaby? Yes, i am.

Aku yang gelisah tanpa suara dengkuranmu. Walaupun annoying, tetap saja dengkuranmu adalah teman mimpiku. Aku yang menahan diriku untuk masak, karna tidak ada lagi kritikmu tentang rasa pada masakanku. Tidak ada perdebatan bodoh tentang mana yang lebih pedas merica atau lada?

Mana yang lebih menaikkan gula darah, gula merah atau madu? Kita akan mendebatnya dalam suasana bercanda. Dan kini? Aku hanya duduk makan ditemani fotomu. Makanan seenak apapun yang mereka bawa, rasanya tawar. Aku yang terbiasa merawat anggrek-anggrek kita, berbicara pada mereka, sekarang aku malas melihat mereka. Bahkan perlahan bunga mereka layu dan menguning. Ketiadaanmu disini, membuat mereka kehilangan juga. Biasanya setiap pagi, kamu akan bangun membaca koran diteras, ditemani secangkir teh manis dan sagu. Kamu akan berbicara pada mereka, sama seperti yang biasa aku lakukan. Mungkin sama seperti, mereka juga kehilangan suaramu dan teman bercerita.

Aku selalu terbangun pada subuh hari, waktumu bertekuk lutut pada semesta. Menatap kesebelahku dan kekosongan yang menyakitkan akan menyapaku diam-diam. Menghadirkan kerinduan yang tidak bisa kubendung. Kamu pergi dan tidak akan kembali. Aku tidur dengan tidak nyenyak, karna biasanya kamu ada disisi. Memelukku dan membangunkanku pada waktunya. Kamu tidak ada disini.

Sarapan pagipun, terasa lengang tanpamu. Biasanya kamu akan berbagi ceritamu, tentang banyak hal. Atau kamu akan berangkat kantor jauh lebih pagi dari biasanya, hingga aktivitas pagiku diisi dengan memasak dan mempersiapkan masakan untukmu. Hal yang begitu ku jalani dengan syukur selama ini. Nyatanya, pagi ini aku duduk sendiri di meja makan. Anak-anak sudah pergi dan belum pulang. Kekosongan tanpamu selalu mengejutkanku diwakti-waktu yang terbiasa ada kamu.

Pergi ke kantor adalah keharusan dan hiburan lain untuk menghilangkan sedih yang kadang mampir. Biasanya kamu akan minta ditemani kekantormu, atau kita naik kepuncak sekedar membeli anggrek dan jalan-jalan berdua. Sama spertiku, kamu sangat mencintai tanaman dan bunga. Kamu adalah orang yang selalu tau bagaimana caranya menghias rumah dan tman. Disetiap rumah yang pernah kita tinggali, kamu membuat karya disana. Kamu selalu tau caranya "membuat" sesuatu untuk dikagumi.

Perlahan aku harus belajar untuk tetap hidup tanpa keberadaanmu. Dengkuran bodohmu yang biasanya aku protes, kini sangat kurindukan. Karna dengan mendengarnya, aku tau kamu hidup. Aku tau, kamu ada disisiku. Hidup dengan mu, puluhan tahun ini, adalah keputusan terbaik dalam hidupku. Bersamamu melayani dan memenuhi panggilan kita sebagai hamba Tuhan, adalah waktu yang selalu kunikmati.

Bahkan ketika, kamu lebih menginginkan pulang ke penciptamu, aku bisa apa? Melawannya? Menentangnya? Bukankah kamu tau, bahwa dalam setiap keputusanmu, aku selalu ada disana untuk mendukungmu. Aku akan ada disana untuk melihatmu dan menjalaninya bersamamu. Sayangnya, kali ini aku mendukungmu, walau hatiku hancur. Aku menjalaninya tanpamu, walau aku tidak sekuat yang kamu kira.

Kamu selalu bilang aku lebih kuat. Aku lebih hebat. Nyatanya, aku butuh kamu. Aku butuh kamu disini, untuk mendiskusikan banyak hal. Pemikiranmu dalam banyak hal menuntunku menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Kerasmu dalam memegang prinsip telah menulariku bagaimana caranya mempertahankan kebenaran, sekalipun untuk itu harga diri kita dipertaruhkan. Keteguhan dan  ketegaran hatimu untuk memperjuangkan hak orang lain, mengajarkanku bahwa keadilan didalam hidup ini bukanlah sebuah hadiah. Hidupmu menghadirkan banyak cerita juga syukur yang sekaligus naik karena aku-lah orang yang Tuhan diizinkan mendampingimu. Kamu adalah sosok yang selamanya aku butuhkan disampingku.

Tidak ada orang yang mengenalmu, sebaik aku mengenalmu, Nok.

Tuhan sudah mengalamatkanmu dengan benar atas namaku. Atas hidupku. Dan untuk itu, aku tidak bernah berhenti mengucap syukur setiap kali aku mengingatmu.

Perjuanganku dan anak-anak belum usai,Nok. Aku akan melanjutkan pelayanan-pelayananmu untuk Tuhan, gererja dan keluarga kita.

Tuhan akan menguatkanku, untuk mengantar anak-anak kita mencapai masa depannya.
Tenanglah disana,Noke. Cintaku tidak akan berkurang sedikitpun.
Kerinduanku selamanya hidup didalam kenangan tentangmu.

Aku akan selamanya begini, hingga Tuhan mempertemukan kita kembali.

Dariku, belahan jiwamu.
Perempuan yang kamu pilih, untuk mendampingimu
Dan menghadirkan anak-anakmu.

Tenanglah sayang, yang dengan cinta, aku memanggilmu NOKE.
yang dengan bangga, mereka menyebutmu Pdt. A.R Ihalauw.

Benyada Remals "dyzcabz"


Komentar

  1. Maaf ya.... Saya tersedu sedu membacanya .... Sedih banget ...���� kamu sama seperti papa kamu... sangat berbakat dalam menulis hingga yang membacanya ikut hanyut menangis atau tertawa. Setahun persis sebelum meninggal papa kamu menaikkan doa minta pulang dan minta kekuatan serta perlindungan buat mama kamu dan kamu ber3. Papa kamu seorang pendoa. Jadi saya yakin doa nya pasti di dengar dan dikabulkan. Apapun kondisinya mama kamu pasti bisa melewatinya begitu juga kamu ber3. Sebagaimana dulu saya mendoakan papa kamu sekarang saya mendoakan mama kamu agar kuat dan mampu menjalani hidup terutama tugas pelayanan sebab saya tahu melayani jemaat itu tidak mudah. Walaupun saya kurang kenal mama kamu karena kita baru bertemu 2x tapi saya sayang beliau. Saya selalu mendoakan beliau sehat dan panjang umur agar bisa mengantar kamu ber3 sukses dalam karier dan memasuki rumah tangga masing-masing yang mana papa kamu tidak sempat menyaksikannya. Ini karena saya mengidolakan papa kamu sangat mengagumi dan menghormati beliau. Semoga suatu saat saya berkesempatan ngobrol banyak dengan mama kamu.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer