satu kali, cukup
Kalo suatu hari nanti, pasangan lo meninggal, apakah lo bakalan nikah lagi? Pertanyaan ini, dilontarkan oleh salah seorang teman baik saya, ketika kami sedang duduk nongkrong di sebuah tempat tongkrongan. Beberapa teman saya merespon dengan serius. Cukup serius. Beberapa dari mereka, menganggapnya lelucon, ya karna mereka sudah menikah dan tidak berharap hal itu terjadi. Saya tidak menjawab. Lebih ke "tidak ingin berinteraksi", lebih ingin diam dan tidak digubris. Lebih seneng diam aja. Beneran deh, social bateray saya tuh limit banget untuk orang2 yang social butterfly gini. Ga mampu akutu. Namun, setelah mendengarkan mereka bertukar pendapat dan saya hanya sebagai pendengar. Tiba2 salah satu dari mereka, menodong jawaban saya... "kalo kamu jed?" ..... Buat saya, nikah tuh, moment sakral yang hanya 1 kali saya jalani. 1 kali. Saya ga mau, jalanin altar itu sekali lagi, kalo bukan dengan orang yang sama. ..... kedengerannya sok setia ya? Tapi, buat saya, menemuk...

