note ini

Note ini, aku tulis, ketika isi kepalaku bergolak. Keresahan melandaku, tiba-tiba... 

Dan, kamu adalah hal pertama yang melompat dalam ingatanku. 

Wow, hal pertama banget ga tuh 

Terasa salah ya? 

Setiap kali, aku menyebutmu, seolah aku sedang berbuat dosa. 

Libur dan aku tidak pulang. Dan aku berkutat dengan proposal penelitian. Dan aku menjadi tahanan yang harus menyelesaikan hal ini dengan benar. Dan kopi adalah teman yang benar bukan? 

Sementara, hatiku mengingat apa yang terjadi di hari2 ini pada 8 tahun lalu.

Ayahku, menjelang kepergiannya...

Papa, aku berjalan sejauh ini,
Bertahan sekuat yang aku mampu,
Boleh ga, datang sebentar aja dan peluk saya? 
Boleh ga, kaka denger papa bilang bahwa papa bangga sama semua hal yang saya usahakan.

Saya berjalan sendirian pa, bersama Yesus pa. 

Setelah papa ngga ada, segala hal saya upayakan sendiri. Tidak merepotkan orang lain, tidak meneriaki siapapun, pa. Hanya Yesus. 

Jadi, anaknya boleh sedikit sombong kan? Sedikit aja. Sedikit aja, pa.

I miss you so bad, Nok. So bad.

Proposalnya udah ada progressnya kok. Segala hal saya usahakan pa. Bener2 saya usahain. 

Hingga kadang, saya lupa, saya begitu jarang memeluk saya dan berterima kasih karna sudah kuat melalui banyak hal. (*i love us, Nyed)

Papa, tahun ke 8, tanpa suara papa. Tanpa obrolan dengan papa. Tanpa pelukan papa. 

Dunia saya tidak pernah baik-baik saja, sejak peti itu ditutup, pa. Kepala saya selalu "berdialog", hingga matahari terbit... 

Segala emosi, saya redam sendiri. Saya tidak bisa merepotkan orang lain, seperti yang saya lakukan saat papa ada. I miss you dad. I did and done for all this time.

Menjadi yang TER- tidak lagi menarik untuk saya, pa. Tawar aja rasanya. Segala yang saya lakukan, hanyalah untuk bertanggung jawab atas apa yang saya pilih pa.

Saya kehilangan ambisi saya. Saya kehilangan "ngotot2an" saya yang dulu. Saya kehilangan "ego" saya untuk bisa melebihi papa. Untuk menjadi yang paling jago. Entahlah, pa, saya tinggal dimana semua itu. Tiba2 aja, saya menjadi jauh lebih "nrimo" aja. 

Keras kepalanya tetap kok. Egois ya kadang. Pinter, ya gitu2 aja. Saya lebih ke peduli lagi, tentang validasi pa. 

Kepergian papa, mengubah beberapa hal dari saya. Sangat pa. 

Saya belajar banyak hal dari papa. 
Thanks dad.

....nyed


Hey, stranger...

Makasih ya, sudah ada. Selalu. 
Entahlah, gimana ceritanya bisa kebetulan2 itu ada. 

Kebetulan banget, kamu selalu ada. Disana. Ditempat aku pikir, aku akan sedih sendirian. 
Dan aku menemukanmu disana. 

Mungkin, suatu saat nanti,
Aku harus benar-benar mengucapkan terima kasih secara langsung ya...

Just thanks. 

After all this time?
Its always been YOU 😎

Thank you, for saving me from me.


16 Mei 2026, satu hari sebelum papa pergi...

Saat itu, saya masih bisa memeluk papa dan mengatakan "saya ngga usah sekolah lagi, pa. Biar kaka jaga papa aja..."

Lalu papa saya, dengan tegas bilang.... "nona harus lanjut spesialisnya. Papa bukan penghalang nona. Papa selalu dukung nona"

Tapi, papa pergi, pa...

Dihari saya melanjutkan mimpi kami, saya harus melewatinya sendirian, pa. 

Hey, nyed....
I always love US, nyed

Just relax. Yesus selalu memelukmu, dengan caranya. 

Berkat dan nasehat yang Noke ucapkan selamanya mengikuti dan mengarahkan pijakanmu, nyed

Doa sinsi selamanya akan memelukmu dan menjagamu, nyed. 

Noke akan selalu hidup, dalam setiap kenangan dan tetap tinggal dalam caramu membijaki setiap masalah yang ada. 

....nyed

Cukup berterima kasih kan?

Jangan jatuh hati, nyed. Itu lain ceritanya...

Yesus, suruh dia nikahin pacalnya gih! 


Komentar

Postingan Populer