Tentang Noke #90

Hey, dad...

I still miss you, old man.

Penghujung april..., dan saya akan memasuki bulan yang selalu saya hindari. Mei. 
Bulan dimana, saya kehilangan ego terbesar saya. 

Tahun ke 8, tanpa papa 💔

Sakitnya ya tetep sama. Seberapa jauhpun kalimat2 bijak itu menguatkan, duka kehilangan yang saya bawa hari itu, tinggal seumur hidup saya.

They said "aku berpikir, maka aku ada", but in my chaotic world ...aku berpikir dan kamu selalu ada 🍺

(*may, i skip mei?) 🙌

Hey, dad....

Just info, saya melewati ujian nasional I dengan baik. Saya lulus, pa. 

Papa tau, sebulan kemarin adalah waktu terberat bagi saya, membagi waktu untuk banyak hal pa. Belajar dan pelayanan. 

Setelah ini, harus selesaiin Proposal dan Ilmiah pa. 

Kalo papa masih ada, saya punya tempat untuk cerita dan bertukar pendapat. Pertanyaan2 kritis yang selalu membuat saya berpikir ulang dan menemukan jawaban2 yang awalnya saya ragukan. 

Papa, bulan Mei, selalu menjadi bulan yang saya hindari. Saya benci berada dalam bulan ini. Walaupun di bulan ini, ada hari ulang tahun mereka yang saya sayang. 

Tahun ke 8, tanpa papa 💔

Dan anak perempuannya, kangen banget. Kangen banget. 

Saya pengen banget, denger suara papa yang bilang "Papa bangga sama nona. Semua yang nona buat, papa selalu dukung, nona"

Papa, entah sejak kapan mindset bodoh itu tertanam dalam otak saya, 
Bahwa menjadi yang terbaik, tidak menyenangkan itu. Menjadi cukup, sudah sangat menenangkan, pa. 

Just be human. Just be enough.

Mungkin karna papa tidak ada lagi, sehingga saya pikir, saya tidak perlu ngotot untuk membuktikan bahwa saya bisa sehebat papa. Saya bisa sepintar papa. 

Papa adalah sebuah paradox. Dimana beliau selalu menjadi "contoh" dan bisa "melampaui" beliau adalah prestasi tersendiri untuk saya. Walaupun bidang kami berbeda. 

Papa, setelah perjalanan studi ini selesai, saya hanya ingin semua ilmu yang punya, bisa bermanfaat bagi orang lain. 

Begitukan, cara saya berterima kasih pada Yesus, karna sudah memberkati saya dengan semua kemewahan yang saya miliki sampai detik ini. 

Mencintainya dengan segenap akal budi saya, segenap hati saya dan segenap jiwa saya. 

Karnanya, bernilai cukup jauh lebih menenangkan saya, pa. 

Terima kasih, Nok....
Karna papa percaya bahwa saya selalu bisa dan papa mendidik saya, untuk bisa tetap berdiri, tanpa papa.

Forever miss you, dad.

Doain saya ya, pa. Supaya bisa selesaiin Proposal dan maju PIT.

I love you, Nok 

Nyed_

Benyadanya papa, lagi kangen aja.

Biasanya, dia bisa nelpon dan cerita. Hanya saja, papanya jauh sekali untuk dia jangkau. 

Ada titik, dimana dia sadar, tidak lagi bisa bertemu dan bercerita. Titik dimana rindu dan kenyataan terasa menyakitkan. 

Mereka bilang waktu menyembuhkan. Nyatanya, waktu justru menimbulkan kosong yang menyakitkan. 

Setiap kali rindu itu terbit, dia hanya bisa bergumam lirih... "papamu tau, kamu kuat tanpa dia. Jangan cengeng. Hadapi dan hidupi. Noke ada disana, untuk melihatmu tumbuh menjadi hebat dalam versimu, Yesus akan menjagamu, seperti berkat yang selalu diucapkan ayahmu. Tuhan mengasihi anak ini, maka dia menamaimu JEDIJAH"

Terima kasih Yesus 😘🍺

Komentar

Postingan Populer