Let Him Go, dude!
Bila ada cinta yang membuatmu, merasa nyaman...
Lepaskan hatiku terlebih dahulu, darimu
Beberapa minggu belakangan, beberapa cerita yang datang, mematahkan hatiku. Lagi dan lagi.
Teman dan sahabat baik saya, memutuskan mengakhiri janji selamanya.
Ingatan saya, justru melayang pada waktu berita baik itu mereka bagikan.
"Nyed, gw mau married"
Wajahnya, nada riangnya, gesturnya, serunya bercerita. Rasanya masih melekat jelas. Bagaimana mereka menceritakan sosok yang mereka pilih untuk "Tinggal Selamanya dan bersama seumur hidup", dan saya? Mengucap syukur atas sukacita yang mereka beritakan. Dan, mereka selalu saya sebutkan dalam setiap ucapan syukur yang saya lantunkan pada Jesus.
Dan, sekian tahun berlalu, berita menyedihkan itu saya dengar...
"Nyed, gw ga bisa lanjut"
"Nyed, gw mau pisah"
"Nyed, ternyata dia ga sebaik yang gw pikir"
dan berbagai kalimat-kalimat setipe ini saya baca
Setelah mendengar cerita mereka, dalam versi mereka. Saya terdiam. Bener-bener terdiam.
i lost my word.
Karna saya tau, pernikahan adalah perjalanan panjang. Seumur hidup. Dan menjalaninya dengan orang yang tidak bisa menghargai sebuah komitmen, adalah neraka.
Ketika saya bertanya "alasannya", mereka bertanya balik, "kesalahan apa yang ga bisa lo toleransi ketika lo married?"
"Selingkuh dan KDRT"
end of debate.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Saya bisa memaafkan semua hal, kecuali 2 hal itu.
Saya akan berjuang denganmu dalam masa-masa sulit yang mungkin datang. Saya akan menjatuhkan ego saya, untuk memperjuangkan kita, selama saya tau, hanya ada saya.
Tapi, ketika ada orang lain, diantara kita. Jelas, saya yang akan mundur. Karna kalau kamu benar-benar mencintai saya, tidak akan ada orang lain. Tidak boleh ada orang lain. Apapun alasannya.
Thats my point.
Suatu waktu dulu, ketika mengantar mama ke salah satu Resepsi Pernikahan anak dari Temannya mama, dalam perjalanan kami berbicara tentang pasangan hidup...
Mama ...kalo kaka, maunya yang gimana? Kayak papa?
Saya tersenyum dan menggeleng bersamaan. ...saya ga suka ambon, ma. Kayak papa? Pinternya ya, Tegasnya. Kerja kerasnya. Gantengnya? Tapi papa kan jelek ma, pas tua aja papa baru bagus.
Kita berdua ketawa. ....Saya mau yang bisa memahami dunia saya, ma. Dunia yang saya bangun, sebelum dia ada, ma. Semua yang saya perjuangkan dari awal, sebelum dia ada. Dia yang bisa menghargai, semua keputusan-keputusan yang saya buat. Yang sabar terhadap kerasnya saya, ma. Yang tidak kasar dan ringan tangan. (*jeda sebentar) ....dan, yang hanya memilih saya, ma. Setia, ma...
Mama mengangguk. ...kadang, dalam pernikahan ada hal-hal yang tidak bisa diperdebatkan karna itu sebuah hal yang prinsipil, kak. Tapi, pernikahan yang awet itu, adalah pernikahan yang selalu saling mengampuni didalamnya. Untuk kesalahan apapun, kak. Karna janji yang kita ucapkan di depan Tuhan Yesus itu sampai maut memisahkan.
Saya ...iya ma, saya paham. Tapi, ada 2 hal yang ga akan bisa saya maafkan, ketika ada perselingkuhan dan kdrt. Apapun yang terjadi, saya ga mampu menghadapi itu ma. Saya ngga bisa, ma.
Mama tertawa mendengar "jawaban saya" ....makanya lihat laki-laki yang baik, yang bertanggung jawab dengan hidupnya, yang tidak main-main dengan hidupnya. Lihat karakternya, lihat keluarganya, sebelum kaka menentukan pilihan.
Saya ...tapi selingkuh itu bisa terjadi dengan alasan apapun ma. Bahkan yang dibesarkan dari keluarga "cemara" gimanapunkan? Itu ga jadi, jaminan ma.
Mama ...mencari yang sempurna itu ga ada, kak. Yang bisa sesuai 100% sama kayak maunya kaka. Dulu, mama mau sama papa, karena papa itu pinter. Teologinya sangat disegani. Papa berani mempertahankan kebenaran. Mama mengagumi cara papa dalam memandang suatu masalah. Bayangin aja, mama kalo liat papa pimpin persiapan saat kita sama2 vikaris dulu, mama bener2 belajar banyak. Karna papamu, sepintar itu.
...kaka harus paham, dalam mencintai seseorang, kaka akan menemukan banyak hal yang tidak sejalan, caranya berpikir, bertindak, caranya bercanda, atau apapun itu. Mama tau, dalam pernikahan, mencintai bukan syarat satu2nya, tapi buat mama, mencintai adalah dasarnya. Menikahlah, dengan orang yang kaka cintai. Sehingga nanti, kalo ada hal-hal yang "berbenturan", cinta itu menjadi alasan kuat, untuk masih bersama, ditengah semua kompromi-kompromi yang dilakukan.
Saya diam mendengarkan nasehat mama. Sejenak kami, terdiam.
lalu mama, melanjutkan ....mencintai kekurangan orang yang kaka cintai itu tidak mudah, kak. Tapi, pernikahan adalah perjalanan untuk saling menguatkan dan menemukan, kak. Kaka bisa mencintai kelebihan dan kehebatan suami kaka dengan mudah, tapi apa kaka juga bisa menerima dia, saat dia salah dan kalah? Apa kaka bisa tetap menurunkan ego, ketika suatu hari nanti, gaji kaka yang jauh diatas dia? Atau tiba-tiba dia jatuh sakit atau kena PHK? Masalah di dalam pernikahan bukan hanya perselingkuhan dan kdrt, sayang.
Ada masanya, dalam pernikahan itu tenang, adem, ayem, ternyata saling memendam marah dan akhirnya selesai. Mama pesan sama kaka, mama tau sekeras apa anak mama, mama juga tau sepintar apa kaka, mama paham, kak. Tapi jangan lupa, di dalam rumah, kaka adalah seorang istri, dan istri harus menghormati suaminya. Keputusan-keputusan yang dia ambil, sebagai seorang kepala keluarga. Istri itu penolong yang sepadan. Boleh berdiskusi, tapi tidak boleh merasa superior diatas kepala suami, kak. Ego kaka didalam rumah papa, sebagai anak tunggal perempuan dan sulung perempuan, harus nona taruh tinggalin di rumah papa. Karna, kaka akan menjadi pendamping hidup, seorang istri tugasnya menenangkan, menganyomi, dan tempat suaminya pulang saat segala sesuatu terasa berat untuk dia, kak.
Saya "iya ma"
kalo kata papa untuk saya ...kalo suami nona, jahatin nona, pulang ke papa. Papa bisa jaga anak papa. Pulang ke papa ya...
Lucunya, papa pergi.
Dan, nasehat yang mama berikan, tersirat bahwa ketika kamu memilih menikahi seseorang, thats your battle.
Entahlah, ma, pa.
Melihat dan mendengar cerita sahabat2 saya, membuat saya berpikir berulang kali tentang pernikahan. Thats true.
Menjadi dewasa dan menua dengan berbagai masalahnya, rasanya pengen kembali ke 15 tahun lalu deh...
anak kuliahan, rebels, balapan, nongkrong, dan masalah terbesar gw hanya "nilai jelek > Sp atau Remed" hahaahhaahhaaaa
Saya survive melewati semua itu. Berdiri sendiri dengan semua kemampuan yang saya miliki, tanpa merepotkan siapapun kecuali Yesus.
Mereka yang dulunya saya lihat, merayakan "happy day"nya dengan begitu meriah, romance, dan sweet. Justru akan mengakhirinya.
Saya tidak menyalahkan siapapun. Karna saya tidak tau juga yang terjadi didalamnya. Tapi satu hal yang ingin saya katakan...
Bila kamu meminta istrimu, secara baik-baik dari dalam rumah masa kecilnya,
Dan dalam perjalanan kalian, ternyata setiamu tidak bisa kamu pertahankan,
Kembalikan dia dengan benar.
Hormatilah ayah ibunya, yang membuka pintu untukmu masuk dalam rumah mereka.
Kembalikan dengan dia dengan baik, bagaimanapun salahnya kamu.
Bila hatimu, masih mencari seseorang yang menyamankanmu,
jangan mengambil anak gadis orang sembarangan,
Bila egomu, belum selesai dalam dirimu, jiwa petualangmu masih haus akan validasi,
Jangan, jangan pernah memberi harapan anak gadis orang yang tulus menerimamu apa adanya
Bila saja, kisah lamamu belum usai, masih ada nama yang tersimpan rapi didalam hatimu,
Jangan pernah berkomitmen dengan anak gadis orang yang tulus mencintaimu,
Apapun alasanmu, jangan sembarangan memberikan harapan palsu untuk seorang gadis, lalu kamu hancurkan berkeping-keping...
Salah mencintai, tidak sefatal salah menikahi.
Entahlah, di jaman ini, masih ada yang benar2 bisa setia? Bisa bertanggung jawab? Bisa berkomitmen, hanya pada satu hati?
Benar2 bisa memantapkan langkahnya, dan benar2 setia hingga maut memisahkan?
Kamu tau, apa yang menyakitkan ketika aku mencintaimu sepenuh hati?
Aku memberimu "hak", dimana aku tau, mungkin saja kamu menjadi orang yang menyakiti paling hebat...
Aku, membersamaimu dalam setiap hal yang mungkin menghancurkanmu, hanya saja, melihatmu tersenyum dan matamu berbinar untuk hati yang lain, aku tidak bisa.
Cinta yang aku tau, memang menyediakan maaf, tapi untuk kesalahan yang mana dulu?
Kita akan baik-baik saja. Selama kita memiliki kita.
Nyata, dalam "kita" yang aku pikir selamanya itu, ada dia.
Dan, aku pamit, dari KITA.
‐‐-------------------------------------------------------
Real man cant be stolen.
Membiarkanmu, mematahkan hatiku, bukan sebuah masalah besar untukku.
Namun, memberikan mu kesempatan sekali lagi, adalah kebodohanku.
Duniaku, pernah baik2 saja, tanpamu. Dan tanpamu lagi, seharusnya aku tetap baik2 saja.
Hey dude,
Apa pun keputusan kalian pada akhirnya.
Gw, akan selalu ada buat kalian.
Dalam setiap cerita2 gila yang mematahkan hati nantinya, gw akan ada disana, berdiri bersama kalian.
Jangan hancur sendirian, thats what friends for rite?
Segelas beer, jajanan, dan segala makanan kecil, kita akan selalu menemukan jalan keluar bersama. Dan gw, akan selalu menjadi pendengar setia kalian. Selalu.
Nyed_
Pada suatu masa dulu, Mbul pernah bertanya pada saya, seperti apa "forever" yang saya impikan...
Dan jawaban saya .....sederhana mbul. Ngedengerin cerita dia tentang gimana harinya. Jalan2 santai berdua, kalo tiba2 laper trus nongkrong di warkop pas kelaparan tengah malam. Membahas buku yang baru dia baca. Ngedengerin "pemikiran2" absurdnya atau mimpi2nya tentang apa aja. Jalan2 kemana aja. Ngebeer di teras rumah, atau sambil nonton film. Atau long drive aja, sambil dengerin music, trus makan french fries?
Mbul ketawa ngakak. ....murah banget nyed. Why sih. Mahalan dikit lah. Apa kek.
Saya ....forever buat gw adalah tempat nyaman untuk menjadi diri sendiri.
Dan obrolan hari itu, ditutup dengan tawa cekikikan 2 orang dewasa di usia matangnya, yang berharap bahwa masih ada orang2 yang bisa menjadi tempat pulang ternyaman tanpa drama.
Apa yang paling lo takutin, nyed?
Dan saya menjawab dengan pelan ....berhenti di cintai
Komentar
Posting Komentar