left the game

 rasanya Mei membuat saya ingin terus menulis ya? 

Rasanya ada banyak hal yang ingin saya ceritakan. 

Setelah vakum beberapa lama...


Libur panjang ini dan tentu saja, gw tidak pulang. Pastinya gw harus menyelesaikan apa yang harus gw selesaiin. Seenggaknya BAB 1- 3 dan Abstrak sudah selesai. Nungguin acc. wohhoooooo... Nyed, i love us. Am i nerd? hahahahaa... 

Semua libur gw, bukan lagi jalan-jalan ngeliatin view gunung atau kaki gunung, seperti di Solo. Lebih ke belajar. Beneran belajar. Merangkum dan menghafal. Sedih ga sih nyed? Makanyaaaaaa, cepet beresin sekolah lo. 

Dan semalam, setelah "berpikir keras" akhirnya gw nonton film di Netflix, judulnya LET HIM GO, gw nonton karena gw suka sama Kevin Costner. Jelas ya, awet tua. hahahahhahaa... Gantengnya ga luntur, sejak filmnya dengan Whitney Houston, dia jadi bodyguard. 

hmm... ini bukan sebuah note penting kok. Hahahahaa... Gw cuman pengen cerita aja tentang film itu. Ceritanya bagus banget. Jadi, ada sebuah keluarga kecil yang tinggal di pinggiran Amerika (lupa nama kotanya apa). Istrinya itu bertugas sebagai penjinak kuda, namanya Margareth. Suaminya Pensiunan Polisi yang cukup disegani, George. Mereka punya 1 anak, namanya James. James menikah dengan Lorna, punya anak Jimmy. Mereka hidup bahagia bersama. 

Sampai suatu peristiwa tragis merengut nyawa James. Kesedihan mulai berdatangan nih dalam rumah mereka. Lorna move on, dia berkenalan dengan Donny Weboy. Mereka menikah dan Jimmy ikut bersama mamanya. 

Suatu hari, Margareth sehabis pulang dari swalayan, saat berenti di traffic light dia ngga sengaja ngeliat Donny, Lorna dan Jimmy diseberangnya. Nah, saat itu dia liat bahwa Donny itu orangnya kasar, mantan menantunya dan cucunya di tampar di depan umum.Tapi dia ga bisa belain karena mereka udah keburu pergi dan dia shock saat ngeliat kejadian itu. Lalu, beberapa hari kemudian, dia coba berkunjung ke rumah mereka, ternyata si Donny udah bawa mereka untuk pulang ke kampung halamannnya di Dakota Utara.

Tragedinya tuh disini, sekaligus kisah romantis yang (menurut gw) thats what love it. 

Margareth tuh tipikal perempuan tangguh, keras kepala yang kalo bilang A ya harus A, dia sulit banget di tundukkan. Dia memutuskan untuk nyari mereka ke Dakota Utara. Awalnya dia pikir, suaminya ga bakalan mau nemenin kan. Trus, pas suaminya pulang kerja, dia kaget karena udah packing barang-barang. Setelah di jelasin, suaminya itu diem aja. Cuek. Cool. No response tapi cuman diam dan natap ke istrinya.

Trus Margareth tuh gemes kan, bilang gini "Kamu beneran ga mau pergi?" 

Suaminya sambil jalan ke arah dapur dan tau ga dia bilang apa "Aku mau matiin keran dipompa dulu, aku ga mau pulang dalam keadaan rumah kita banjir" 

Aseli ya, gw denger suaminya bilang gitu, gw langsung senyum. 

Dia beneran ga ngebiarin istrinya pergi sendirian. WALAUPUN dia terlihat CUEK BANGET!!! (I love to see how gentlemen he is)

Berangkatlah mereka. Sampe di salah satu kota di deket-deket Dakota Utara, mereka mampir untuk istirahat kan, sambil nanyain ke Polisi kenal dengan Keluarga Weboy ga? Ternyata ada beberapa yang kenal. 

trus Margareth tuh bilang ke george "Terima kasih sudah mau ikut"

George itu menatap istrinya dengan smirknya dan ngomong "Aku katakan tidak pun, kamu tetap akan pergi kan? Perempuan yang sulit kupahami, tapi aku cintai" 

tapi ya, ada moment dimana mereka sarapan dan istrinya nanya "kok kamu ga makan sih", jawaban George "Lebih enak masakanmu", istrinya "kamu hanya terbiasa dengan masakanku, ini enak kok"

Trus pas udah deket ke Dakota Utara, mereka istirahat dulu ya, istrinya tuh bilang "Kamu memihakku kan?" then George said ....selama ini siapa yang nyetir  hahahahahahahhaaha....

lalu mereka beradu argumen, but in a good way. George tuh lebih ke rasional, bahwa mereka ga lagi muda untuk bisa merawat cucunya. Belum ketika tiba-tiba mereka sakit, atau kalo cucunya sakit. Tapi, Margareth itu perempuan yang keras kepala, "mau punya mau", walaupun kadang tanpa perhitungan hanya mengikuti insting dan emosi. Tapi dia selalu percaya, SUAMINYA AKAN ADA DISISINYA.

kalimatnya2 itu bagus banget. pas mereka debat, Margareth tuh bilang gini "Aku tidak tahu kapan waktunya menyerahnya kan?" dan, George dengan tenang bilang ....Ya, dan aku akan membereskan masalah yang kamu timbulkan 'kan?

TAG TEAM TERBAIK hahahahhaahahaaa... yang satu merepotkan, yang lain membereskan! 

Trus dalam perjalanan itu mereka bertemu dengan orang indian. baik hati. canggung. Tapi mau membantu. Dan akhirnya menjadi teman baik mereka.

Mereka lanjut perjalanan dan akhirnya menemukan keluarga Weboy. Blenched, annoying, arrogant, mesum, ga sopan, pokoknya udah jelek, akhlaknya NOL juga. Bangke. Ternyata keluarga ini aneh. Tinggalnya terisolir dan "aneh".

Oh ya, pas ketemu sama si Blenched itu, dia yang akhirnya nganterin ke Rumah Weboy. Dia ngomong ke mereka berdua "Salah satu dari kalian harus ikut saya, biar tau jalan. Salah satunya menyetir dan mengekor dibelakang", sambil senyum2 bangsat ke Margareth

Mereka berdua diam di dalam mobil, tanpa suara. Pas Margareth buka pintunya, si George langsung bilang "Kamu mau ngapain, tinggal disini aja. Nyetir mobil ini, aku yang pergi dengan orang itu" Tapi istrinya itu tetep kekeh untuk keluar dan lucu banget suaminya tuh langsung "Margareeth, apa yang kamu lakukan. back to the sit" 

Tapi Margareth dengan tegas "Ikutin mobilnya dengan jarak yang dekat" 

Mereka bertemu dengan keluarga Weboy dan ibunya si Weboy itu kelakuannya aneh banget. Aturan2 yang dibuat dirumah itu aneh. Becandaannya kasar dan sexist. Mereka tuh sekumpulan keluarga aneh yang "sebaiknya tidak berurusan dengan mereka". Rebel dan reckless, manipulatif, playing victim!

Waktu mereka lagi duduk di meja makan, untuk makan malam bersama, tiba2 Lorna dan Jimmy masuk kan. Margareth langsung berlari ke arah Jimmy, mau gendong. Tapi baru juga 2 menitan gendongnya, tiba2 suara Ibunya Weboy tuh langsung bilang "Ini sudah waktunya tidur, dia harus diajar mandiri. Jangan digendong, dia harus jalan dan naik tangga sendiri. Sudah waktunya tidur."

George hanya menatap istrinya, yang sedih harus menurunkan cucunya dari gendongannya. Tatapannya George ke istrinya tuh selalu "dalem banget", seolah-olah kayak dia mau bilang "Tenang, aku ada disini". 

Long short story nih, Akhirnya mereka janjian sama Lorna untuk mau kabur dari keluarga gila itu. Ternyata ketauan sama keluarga itu, dan sedihnya tangan George itu dipotong pake kapak. Lucunya, hari setelah kejadian itu, datanglah Polisi yang justru membela keluarga itu dengan dalih bahwa George yang menyerang mereka dengan menodongkan pistol duluan. Jadinya mereka membela diri dan memotong tanganya. Pemicu mereka masuk ke kamar hotel mereka karena mereka membujuk anak mantunya untuk kabur dari rumah. Padahal ya, rumah itu manusianya sakit semua, KDRT, Kekerasan verbal, ga jelas pokoknya. 

Mereka berdua akhirnya tinggal sementara di rumah si indian itu untuk menenangkan diri sebelum pulang kan. Disitu tuh Margareth bersikeras mereka tinggal disitu aja, bangun rumah dari NOL. Pokoknya pindah untuk hidup disitu, biar dekat dengan Jimmy. George ga setuju. Mereka debat. Hingga akhirnya si Margareth itu nangis dan suaminya peluk. 

"Sampai kapan kamu bisa merelakannya?"

dan tangisnya Margareth pecah di pelukannya. 

Tapiiiiiiiii, ini loh gong nya. Argh! Gw pikir, selesai ya dan mereka bakalan pulang ke kota mereka. Ternyata ngga dong, George is GEORGE, yang ga mau buat istrinya sedih. 

George pergi sendiri ke rumah Weboy untuk ngambil Lorna dan Jimmy. I love george!

Sayangnya, dalam usahanya itu, George ditembak 2x oleh Ibunya Weboy, dia berhasil kok menyelamatkan Jimmy dan Lorna, tapi dia gagal untuk pulang bersama mereka. Dia terbakar bersama sekeluarga Weboy.

Margareth membisikkan sesuatu sesaat sebelum dia keluar dari rumah itu, dan meninggalkan George. 

SAD ENDING ga sih? 


tapi ya, thats what love it!

Aseli ya, gw nonton ini tuh dengan salut dan takjub sama suami istri itu. They fight for each other and they fight each other. 

agree to diasgree for all those things. 

Menurut gw, film ini bagus banget, caranya menyampai bahwa cinta itu dipertahankan dan diperjuangkan. Gimana George yang ga banyak bicara, tapi selalu menjadi yang berdiri paling depan saat istrinya butuh. Gimana dia selalu melindungi Margareth. Gimana dia selalu support, sekalipun mungkin dia ga mau, tapi DIA TETAP ADA.

Beneran deh, caranya George kalo ngeliatin istrinya menjelaskan sesuatu tuh bener-bener ngederin dan ada disitu. Walaupun, tanggapannya sarkasm atau satire ya. Tapi, dari tindakannya dia beneran buktiin dia cinta sama istrinya.

Ada di satu part dia bilang ke istrinya "Thats girl was mine" dan istrinya tersenyum. 

The sweetest thing of being love adalah dicinta dengan tindakan yang nyata. 


Gw ngecapnya kebanyakan ya? hahahahhhahaahaaa... Maapkeun.

Sekian. 


Nyed_


Terima kasih selalu ada. Kali ini, aku tidak lagi merecokimu. Tidak lagi. 

Kewarasan ku, mengembalikan ku, untuk meniadakanmu. 


aku, merindukan ayahku, dengan amat sangat. Apalagi pada bulan yang kuhindari ini. Rasanya otakku bekerja 2x lipat, kopiku tersedia dalam 4x24 jam. Tidur, tidak lagi menjadi teman baikku. 

Sama seperti aku yang dulu, membaca, tugas dan deadline adalah hidupku. 

Melihatmu "ada", cukup meresahkan gelisahku. Bisikan bodoh "dia ada nyed". Aku tidak sendiri.

Aku benar-benar menyelesaikanmu, dengan baik. 

Selamat berbahagia ya. 

Untuk selamanya, kamu adalah tempat ternyaman. 


Hidup memang lucu kan? Aku kehilangan milikku selamanya, tiba-tiba saja kamu ada...

Out of know where, i found you. hahahaha...


LET HIM GO 

jika hitunganku benar, kamu "menyelamatkanku" dengan mengembalikanku, sudah 4 tahun berjalan... 

Sejak itu, aku selalu berterima kasih, atas kerandomanmu, sarkasm, satire, jokes2 absurdmu, lagu-lagu yang kamu putar. 

Kamu, membuatku ada. 


Rasta "Stop absurd deh, paan sih lo. Selesaiin spesialis lo nyed. Abis itu kasih gw undangan ya"

Aku tertawa mendengarnya. 

Rasta "Kelakuan lo makin ngadi2, kenal kagak, tapi malah makin2 lo ge liat"

Tom2 "Lo nulis2 gitu, disangka orang lo pelakor, sinting! Ada gila2nya jedijah ini"

Nita "STOP nyed. Malu-malu2in. Sumpah stop!"

Mbul "Kalo lo serius, jangan cuman ngecap di blog dan bilang makasih di blog aja. DM dong, kasih tau dia. Bilang makasih beneran!"


Dan aku, memilih menghentikan kebodohan ku. 


Ketika jumat kemaren, aku terduduk di pantri. Menikmati secangkir kopi dan suasana sunset diantara gedung-gedung tinggi, aku sangat menikmatinya... 

i love sunset. i do and always.

Kenapa sunset?

Karna, dia menjemput malam. Tidak ada kebisingan disana, yang ada hanya sunyi dan sepi hingga temaram lalu terbenam. Diam dan tenang. 

Pernah liat sunset? Dia meluruh tanpa sebuah kebisingan, hanya derap langkah yang menjauhi, mengakhiri sebuah hari yang penat. 

Karna bersamanya, ada penat yang harus disudahi dengan benar. 

Aku menyukai sunset, pendar orangenya, hingga bias jingganya, lembayung yang selalu memanggil matahari pulang.


Tuhan memberikan matahari dengan 2 suasana yang begitu berbeda, sunrise, saat matahari berangkat dan manusia mulai berangan tentang harinya. Lalu, sunset, saat matahari pulang dan manusia berlalu pada peraduanya. 

Hey, stranger buddy...

Aku akan selalu mengucap syukur, setiap kali aku mengingatmu. 

Have a good day. 


....dan aku berbisik pelan, "Jedijah, left the game" 😎🍺 

Komentar

Postingan Populer