perjalanan pulang
....kubawa pulang diriku, hanya untukmu
Rindu ini membakar hatiku, ku akan kembali pulang...
Manis banget kan liriknya?
Ini salah satu lagu yang forever stay in my playlist. Salah satu lagi PADI yang liriknya magis banget.
Band2 indonesia yang masuk ke playlist saya tuh, yang (*menurut saya) liriknya bagus. Musiknya juga. Tapi, ada sesuatu dalam liriknya yang membuat saya "fluttering" ketika mendengarnya. Bahkan ketika tidak ada nama siapapun yang sedang saya ingat atau inginkan.
Sama ketika dengerin lagunya Sheila on 7 ....hidup terlalu singkat, untuk kamu lewatkan. Tanpa mencoba cintaku....
Sweeet banget kan.
Dan saya mendengarkan lagu ini, disaat saya sedang menyelesaikan revisi2 proposal2 ini.
Dan kalimat itu....
....kubawa pulang diriku, hanya untukmu,
Terdengar seperti sebuah janji. Bahwa dalam segala hal yang sedang aku usahakan, aku akan pulang untuk KITA.
AKU mengusahakan ini, untukmu dan KITA.
Terdengar sebuah harapan disana.
Setelah perjalanan panjang ini, aku akan pulang untukmu. Sabar ya. Aku akan datang, membawa semua mimpi kita dan cerita untuk kamu dengarkan. Masa depan kita ada disana.
Tunggu aku.
Aarrrgggghhhh..... 1,5 thn lagi!!!!
Yesuuuss, aku mohon semoga bulan depan segala sesuatunya lancar ya.
Bisa maju proposal dengan baik. Bisa siap2 PIT. Bisa lanjut cicil Ilmiah2. Bisa lulus ujian organ dengan hasil yang baik.
Kaka udah bosan banget jadi anak sekolah. Mau balik, biar bebas jalan2nya. Biar bisa pulang kapan aja yang saya mau.
Ngga terasa ya, perjalanan yang saya mulai dengan "khawatir" tentang bisa atau tidak, pantas atau tidak, mampu atau tidak....
Nyatanya, jedijah.... bisa berjalan sejauh ini, dengan usahanya sendiri. Yesuuusss, i love you, more than everylittle thing. Makasih untuk semuanya. Makasih untuk setiap hal baik dan benar yang Yesus udah aturin. Makasih banyaaaaaaak. Makasih ya.
Saya ga akan sanggup berjalan sejauh ini, dengan kepala yang tegak, tanpa Yesus yang memeluk dan menenangkan setiap kekalutan saya.
Papa, ini janji saya untuk papa....
Saya akan membawa gelar itu pulang, untuk membanggakan papa dan mama. Semoga saja, papa bangga dengan semua ini.
Mereka bilang ruangan saya udah ada. Alat2nya udah datang, bahkan kembali pada rencana awal pelayanan prioritasnya onkologi dan cardio.
Yesus, terima kasih banget ya. Mendengar rengekan cengeng saya, 7 thn lalu. Ketika saya kehilangan papa, dan saya hilang arah tentang "mau kemana saya".
Terima kasih, karna menguatkan langkah saya untuk melewati Tes demi Tes yang rasanya mustahil untuk bisa saya lewati dengan kekuatan dan kepintaran saya. Hidup saya seutuh-utuhnya, milikmu, Yesus. Semua yang ada pada saya, hanya karna kemurahanmu.
Terima kasih banyak, Yesus
Terima kasih, karna mengambil papa. Walaupun sampai detik ini, saya masih sedih akan kehilangan. Tapi, saya mensyukuri duka kehilangan itu, sebagai kedaulatanMU dalam cerita hidup yang harus saya lalui.
Kalo papa ga pergi, mungkin saya ga akan pernah mencapai titik ini. Ego saya, akan selalu mematahkan logika2 saya.
Yesus, ketika saya selesai ujian "dadakan" kemaren. Dan saya bisa jawab hampir semua soal, dijalan pulang saya bergumam pelan....
"Saya bisa, karna Yesus memampukan saya. Membangunkan saya untuk belajar, dimalam2 dimana saya begitu lelah. Tapi saya tetap bangun untuk belajar dan baca. Yesus membuat saya bisa menghafal dan mengingat semua yg saya baca. Yesus menjaga saya dengan caranya yang ajaib.
Sekalipun banyak "aduuuuh Yesus ngantuk banget", atau "Yesus tidur dulu 5 menit lagi". Tapi, Yesus yang saya imani itu, membuat saya selalu belajar dengan caranya.
Percaya atau ngga. Tapi, begitulah, saya dan Yesus berinteraksi setiap hari. "Yesus, saya tidur dulu ya, bangunin jam 2 ya. Mau belajar". Dan jam 02.00 lewat dikit, saya bakalan bangun dan belajar sampe jam 5. Trus nanti "Yesus bangunin jam 06.30 ya. Mau sekolah". Dan saya bangun."
Yesus adalah semua hal yang saya butuhkan, dan setiap hal yang saya inginkan.
Sejauh ini, saya melangkah... sampai dititik ini, Yesus adalah sahabat terbaik. Teman perjalanan yang setia. Pelindung dan penolong yang ajaib. Alarm terbaik.
Yesus, with all my hearts...
I love you, forever and always 😘
Saya percaya, dihari saya memutuskan menjadi seorang dokter, Engkau sudah menuliskannya. Karna sejak hari itu, saya tau, Yesus menyediakan begitu banyak hal untuk saya. Yesus memberkati papa melalui penerbitan, hingga 6 tahun itu terlewati dengan baik. Yesus membuat kejutan2 indah dalam perjalanan saya.
Hingga di hari, saya memutuskan Tes PNS, Yesus membuatnya berhasil. Lalu, hingga saya disini semester 5 mau ke 6 sebagai Residen PA.
Setiap kali saya susah, saya menengadah ke atas dan berbisik ....Yesus, tolong saya, saya ngga punya siapa2.
Yesus yang saya kagumi dan imani, hanya sejauh doa.
Karnanya, setiap kali saya merasa kalah dan susah, walaupun mulut saya mengeluarkan amarah, namun semua kegelisahan saya, selalu saya letakkan dalam tanganNYA.
Tangan yang menjaga saya, menuliskan cerita tentang saya dan meletakkannya dalam hidup Noke dan Sinsi.
Tangan yang mengorbankan dirinya, demi menebus setiap dosa yang buat. Tangan yang mengampuni setiap salah yang saya buat.
Tangan yang memeluk doa ibu saya. Serta tangan itu juga yang memanggil ayah saya pulang bersamaNYA.
TanganNYA, selamanya tangan yang selalu saya pegang, dimanapun dan kemanapun, Yesus menentukan arah nya nanti...
_nyed....
....kubawa pulang diriku, hanya untukmu...
Kusajikan mimpi2 hangati malam,
Rindu ini membakar hatiku, ku akan kembali pulang...
Yesus, lancarin semuanya, biar kaka bisa kembali ke Solo ya...
Trus jalan2 lagi deh 🥳🥳🥳
Komentar
Posting Komentar