satu kali, cukup

Kalo suatu hari nanti, pasangan lo meninggal, apakah lo bakalan nikah lagi?

Pertanyaan ini, dilontarkan oleh salah seorang teman baik saya, ketika kami sedang duduk nongkrong di sebuah tempat tongkrongan. Beberapa teman saya merespon dengan serius. Cukup serius. 

Beberapa dari mereka, menganggapnya lelucon, ya karna mereka sudah menikah dan tidak berharap hal itu terjadi. 

Saya tidak menjawab. Lebih ke "tidak ingin berinteraksi", lebih ingin diam dan tidak digubris. Lebih seneng diam aja. Beneran deh, social bateray saya tuh limit banget untuk orang2 yang social butterfly gini. Ga mampu akutu. 

Namun, setelah mendengarkan mereka bertukar pendapat dan saya hanya sebagai pendengar. Tiba2 salah satu dari mereka, menodong jawaban saya... "kalo kamu jed?"

.....Buat saya, nikah tuh, moment sakral yang hanya 1 kali saya jalani. 1 kali. Saya ga mau, jalanin altar itu sekali lagi, kalo bukan dengan orang yang sama. 

.....kedengerannya sok setia ya? Tapi, buat saya, menemukan pasangan yang bisa "membawa" saya ke altar itu aja, artinya dia laki2 yang luar biasa (*menurut saya). Dan, kalo suatu hari, dia pergi duluan, seumur hidup saya akan tinggal tetap untuk mengenang dia. Hidup akan move on, tapi menggantikan dia dengan orang lain? Ngga, saya ga mau. Karna menjalani seumur hidup itu adalah tentang kenyamanan bersama. Kalo orang lain mgkin berpendapat, bahwa harusnya bisa saling mengenal dan bla...blaa....bla...

 Bagi saya, ketika saya memutuskan menikah dengan seseorang, artinya berhenti di dia. Semua keinginan saya. Semua hal2 yang menyamankan saya, itu ada pada dia. Sampe saya seberani itu utk memutuskan "nikah". 

Percaya deh, mbak, kalo suatu hari nanti, lo semua denger "jedi nikah", itu adalah keputusan paling gila bin berani yang pernah gw buat. Dan untuk keputusan segila itu, ga akan ada kali keduanya. 

Thats it....

Mereka tertawa mendengarnya. Saya juga ketawa kok. Hebat bener ya, omongan gw. 

Dan malam ini, ketika gw merenung kembali tentang kata2 gw... Gw pikir ga ada yang salah kok. Emang bener kok. 

Dalam dialog sunyi yang selalu saya buat, dengan pikiran2 saya,

Saya sangat mengenal diri saya dengan baik. Sangat baik. Saya juga mencintai diri saya, dengan sangat legowo. Saya memahami segala bisa dan kemampuan saya. Hingga detik ini, keputusan saya adalah absolut. Tidak akan menjalani altar itu 2x. Cukup sekali. 

Bukan hanya ketika pasangan saya meninggal, namun bila suatu saat nanti, kita berpisah dan seandainya ada yang lebih baik dari saya, janji saya tetap sama. Tidak akan menjalani altar itu 2x. Bahwa mungkin saja, saya menjatuhkan hati dan pilihan saya pada orang yang tidak bisa menjaga komitmen, thats my bad. 

Bad days comes with surprises. Tapi, saya adalah saya yang sama. Sekali, seumur hidup. Mengulangi janji bersama orang yang lain, rasanya sapya tidak mau mengorbankan "kenyamanan" saya untuk membangun cerita lainnya. 

Bila suatu hari nanti, saya memilihMU, artinya segala cerita tentang masa depan, hidup, cinta, cita2, sudah berhenti, di kamu. 

Sesederhana itu. 

Karna itu, untuk bisa sampai pada titik dimana saya mau berkomitmen, adalah suatu pencapaian luar biasa untukMU. Dengan begitu, saya mengakui bahwa saya menginginkan kamu, diantara semua ketenangan yang saya punya. 

Sombong banget ga sih, nyed. I know. 


Saya berjuang untuk sampai pada titik ini. Saya tau, perjalanan panjang ini harusnya ditemani. Namun, bila dalam keputusan duet yang saya inginkan, ternyata saya harus menghancurkan diri saya, untuk sebuah komitmen yang selalu dibanggakan orang-orang. 

Saya lebih memilih untuk menjadi solo, dalam setiap perjalanan yang saya lalui. Karna sejauh saya berjalan, tidak akan ada yang mampu menghancurkan saya, kecuali saya mengizinkannya. 

Bilapun, suatu hari nanti, hati saya menjadi lemah dan salah dalam melangkah, mengaburkan mimpi dan menyakiti diri sendiri. Saya pastikan satu hal, saya akan selalu menyelematkan saya, apapun yang terjadi nanti. 

Karna bagi sebagian orang, tidak dipilih itu menyakitkan. Namun bagi saya, tidak dipilih itu kebebasan. 

Berbahagialah, nyed. 
Jalannya masih panjang. 

Sampai sejauh apapun ceritamu nanti,
Aku pastikan, 
Senandungmu akan selalu terlantun perlahan, dengan kepala yang tegak dan langkah yang ringan.

Hidup cuman 1x, jedijah. 
Jangan dibuat rumit. Apa yang memang menjadi milikku, tidak akan pernah melewatkanku.

Hidup yang benar adalah yang mengucap syukur, cah ayu. 


_nyed


Bila hidup harus berputar, dan hidup memiliki cetakan ke 2,
Aku akan tetap memilih aku yang hari ini, kalian temui  

Komentar

Postingan Populer